Minggu, 27 September 2015

                   Hasil gambar untuk sejarah perkembangan bahasa indonesia       Hasil gambar untuk sejarah perkembangan bahasa indonesia



   Menurut saya, Bahasa adalah cara untuk manusia beriteraksi atau berkomunikasi untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan seseorang baik secara formal maupun non-formal. Bahasa diciptakan sebagai alat komunikasi yang dapat di mengerti oleh setiap manusia untuk melakukan suatu interaksi sosial dengan manusia lainnya.

     Bahasa Melayu dikenal pada zaman kerajaan sriwijaya Bahasa Melayu sebagai Bahasa Kebudaya dalam sejarah sebagai Lingua Franca. Bahasa melayu digunakan dikawasan asia tenggara sejak abad ke-7. Berikut ini adalah bukti-bukti Prasasti penggunaan Bahasa Melayu Kuno (Huruf Pranangari) :

  • prasasti di kedukan bukit tahun 683 M (Palembang)
  • prasasti talang tuwo tahun 684 M (palembang)
  • prasasti kota kapur tahun 686 M (bukit Barat)
  • prasasti karang birahi tahun 688 M (Jambi).
    Ada beberapa faktor yang menyebabkan Bahasa Melayu diangkat menjadi Bahasa Indonesia,   yaitu :

  • Bahsa Melayu, Lingua Franca di Indonesia. Bahasa kebudayaan dan Bahasa Perhubungan.
  • Sistem Bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari dan tidak ada tingkat Bahasa.
  • Suku-suku di Nusantara mau menerima Bahasa Melayu menjadai Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional.
  • Bahsa Melayu dapat dipakai sebagai Bahasa Kebudayaan dalam arti yang luas
  • Bahasa Perdagangan.
  • Bahasa Resmi Kerajaan.
Penggunaan Bahasa Melayu (Sebelum Kemerdekaan)


  1. Penyebaran agama islam ke kepulauan Nusantara memanfaatkan Bahasa Melayu sebagai sarana komunikasi, dan ikut memperkaya khasanah kosa kata dalam Bahasa Melayu.
  2. Berdirinya budi utomo (1908), Sebagai alat bertukar inforrmasi dan komunikasi antara penggerak. Pemerintahan belanda (1908) badan commissie voor de volkslectuur (taman bacaan rakyat) diubah balai pustaka (1917).
  3. Sumpah pemuda 28 Oktober 1928, kongres pemuda di Jakarta (1928)
Isi Sumpah Pemuda :

  • Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia.
  • Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertanah air yang satu tanah air Indonesia.
  • Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia.
Pasca 1928

  1. Berdirinya angkatan punjangga baru (1993), Pembinaan bahasa dan kesusastraan Indonesia “Pelopor angkatan pujangga baru :
  • Sultan takdir alisjahbana
  • Armijn pane
  • Amir hamzah
      2. Diadakannya kongres I Bahasa Indonesia, Surakarta (Solo), 25-28 juni 1983. 
      3. Jepang berkuasa di Indonesia, 1 mei 1942.
      4. Pemakaian Bahasa Indonesia  sebagai media komunikasi antar penduduk. Pemakaian Bahasa
          jepang dan pelanggaran tegas penggunaan bahasa belanda.
Angkatan kesusastraan yang dipelopori chairul anwar, idris,asrul sani. Angkatan kesusastraan dikenal sebagai angkatan 45.
 
Setelah Kemerdekaan
  • 18 agustus 1945 penandatanganan UUD 1945, pasal 36 : penetapan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.
  • 19 maret 1947 peresmian penggunaan ejaan republic (ejaan soewandi) pengganti ejaan van ophuysen yang berlaku sebelumnya.

2.1 Ejaan Van Ophuysen
  • Huruf I untuk membedakan antara huruf I sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan dipotong seperti mulai dengan ramai.
  • Huruf I untuk penulisan kata-kata jan, pajah, sajang, dsb.
  • Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
  • Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untukmenuliskan kata-kata ma’moer, ‘akal.

2.2 Ejaan Soewandi
  • Huruf oe diganti dengan u
  • Bunyi hamza dan bunyi sentak ditulis dengan k, seperti kata tak.
  • Kt ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti anak2.
  • Awalan di-dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, seperti kata depan di pada dirumah, dikebun, disamakan, dengan imbuhan di- pada tulisan, dikarang.
Perkembangan Bahasa Indonesia Pada Masa Kemerdekaan
16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia dan pembentukan istilah. Peresmian Ejan baru itu berdasarkan putusan Presiden No.57, Tahun 1972.

Perubahan Huruf Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan Soewandi
Ejaan yang Disempurnakan
dj
dijalan, dijauh
J
jalan, jauh
j
pajung,  laju
Y
paying, layu
nj
njonja, bunji
Ny
nyonya, bunyi
sj
isjarat, masjarakat
Sy
isyarat, masyarakat
tj
tjukup, tjutji
C
cukup, cuci
ch
tarich, achir
Kh
tarik, akhir

Kedudukan dan Funsi Bahasa Indonesia
     Sebagai alat komunikasi manusia untuk melakukan interaksi baik secara lisan maupun tulisan. Selain itu juga dapat sebagai alat kontrol, ekspresi diri, informasi,  adaptasi dan integrasi. Fungsi Bahasa Indonesia juga mempunyai nilai-nilai sosial dan budaya luhur bangsa. Bahasa Indonesia juga bisa sebagai alat pemersatu seluruh bangsa yang beragam, baik secara latar belakang sosial budaya, dan berbeda-beda bahasanya.
  • Sebagai Bahasa Persatuan
  • Dan antarbudaya
  • Bahasa Nasional
  • Dan Bahasa Resmi
  • Sebagai Bahasa Budaya dan Bahasa Ilmu
  • Dan sebagai Bahasa Pengantar di lembaga-lembaga
  • Pendidikan.

Kamis, 30 Juli 2015



1.      Wifi diperlukan disetiap gedung agar mahasiswa dapat mengakses internet dengan mudah dan cepat
2.      Pembayaran kuliah secara online untuk mengurangi antrean pembayaran kuliah di loket bank
3.      Fungsi perpustakaan online untuk menambah minat mahasiswa membaca dan memudahkan mencari judul buku yang diperlukan mahasiswa
4.      Untuk mengurangi antrean dan waktu pada saat mengisi KRS
5.      Untuk mendukung proses belajar mengajar dikelas




1.   Jaringan Wi-Fi yang dapat mencakup semua gedung di seluruh Universitas Gunadarma
2. Pembayaran uang kuliah secara online atau melalui via ATM
3. Perpustakaan Online
4. Pembuatan KRS dan daftar ulang secara online
5. proyektor di setiap kelas

Senin, 01 Juni 2015


     Pastinya saya akan menghadapi dunia kerja yang butuh skill, pikiran dan jiwa kepemimpinan yang baik. Mungkin suatu hari saya diangkat menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi yang saya ikuti. Jika hal tersebut terjadi, saya akan mencoba gaya kepemimpinan yang agak tegas namun selalu membuat diskusi untuk menumbuhkan ide yang cukup brilian pada organisasi dan bagian organisasi saya tersebut. Mungkin hal ini menjadi agak sedikit “otoriter dan diktator” dikatakan.

      Namun, saya menggunakan gaya ini dikarenakan pola pikir dan mental Indonesia menurut saya bisa dikatakan agak pemalas dan butuh push atau dorongan yang lebih agar kekuatan dalam dirinya timbul secara baik. Dengan begitu, kemauan untuk bekerja sama dan mengembangkan program organisasi yang berada dibawah tangan saya sebagai pemimpin nantinya akan berjalan sesuai arah dan tujuan visi misi organisasi tersebut. Sehingga, tujuan dapat tercapai dengan hasil yang maksimal.

Jumat, 08 Mei 2015

DEFINISI KEPEMIMPINAN :

     Kepemimpinan adalah Kemampuan memperoleh konsensus dan keika tanpa dasasaran bersama, melampaui syarat-syarat organisasi, yang dicapai dengan pengalaman sumbangan dan kepuasan di pihak kelompok kerja.Dan dapat diterangkan secara lebih rinci seperti berikut. Kemampuan memperoleh :kepemimpinan merupakan proses pengaruh yang memungkinkan manajer membuat  orang–orangnya bersedia mengerjakan apa yang harus di kerjakan.

TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN :

    Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :

     Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b.Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.

Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.

1.Teori-teori dalam Kepemimpinan

a) Teori Sifat

     Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.

Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: 
– pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
      
      Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

b) Teori Perilaku

   Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

– Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.

– Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)

c) Teori Situasional

    Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
  1. Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
  2. Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
  3. Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
  4. Norma yang dianut kelompok;
  5. Rentang kendali;
  6. Ancaman dari luar organisasi;
  7. Tingkat stress;
  8. Iklim yang terdapat dalam organisasi.

1. Moril
   Moril adalah keadaan jiwa dan emosi seseorang yang mempengaruhi kemauan untuk melaksanakan tugas dan akan mempengaruhi hasil pelaksanaan tugas perorangan maupun organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi moril adalah :
1). kepemimpinan atasan.
2). kepercayaan dan keyakinan akan kebenaran.
3). penghargaan atas penyelesaian tugas.
4). solidaritas dan kebanggaan organisasi.
5). pendidikan dan latihan.
6). kesejahteraan dan rekreasi.
7). kesempatan untuk mengembangkan bakat.
8). struktur organisasi.
9). pengaruh dari luar.

2. Disiplin 
    Disiplin adalah ketaatan tanpa ragu-ragu dan tulus ikhlas terhadap perintah atau petunjuk atasan serta peraturan yang berlaku. Disiplin yang terbaik adalah disiplin yang didasarkan oleh disiplin pribadi.
Cara-cara untuk memelihara dan meningkat disiplin : 
1). Menetapkan peraturan kedinasan secara jelas dan tegas. 
2). Menentukan tingkat dan ukuran kemampuan. 
3). Bersikap loyal. 
4). Menciptakan kegiatan atas dasar persaingan yang sehat.
5). Menyelenggarakan komunikasi secara terbuka.
6). Menghilangkan hal-hal yang dapat membuat bawahan tersinggung, kecewa dan frustasi.
7). Menganalisa peraturan dan kebijaksanaan yang berlaku agar tetap mutakhir dan
     menghapus yang sudah tidak sesuai lagi.
8). Melaksanakan reward and punishment.

3. Jiwa Korsa
  Jiwa Korsa adalah loyalitas, kebanggan dan antusiasme yang tertanam pada anggota termasuk pimpinannya terhadap organisasinya. Dalam suatu organisasi yang mempunyai jiwa korsa yang tinggi, rasa ketidakpuasan bawahan dapat dipadamkan oleh semangat organisasi.
Ciri jiwa korsa yang baik adalah : 
1). Antusiasme dan rasa kebanggan segenap anggota terhadap organisasinya.
2). Reputasi yang baik terhadap organisasi lain.
3). Semangat persaingan secara sehat dan bermutu.
4). Adanya kemauan anggota untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
5). Kesediaan anggota untuk saling menolong.

4. Kecakapan
    Kecakapan adalah kepandaian melaksanakan tugas dengan hasil yang baik dalam waktu yang singkat dengan menggunakan tenaga dan sarana yang seefisien mungkin serta berlangsung dengan tertib. Pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki pimpinan dapat diperoleh dari pendidikan, pelatihan, inisiatif dan pengembangan pribadi serta pengalaman tugas.
Setiap pemimpin perlu menentukan corak dan gaya kepemimpinannya agar nampak seni kepemimpinannya dalam memimpin. Corak dan gaya kepemimpinan dapat terlihat dari sikap pemimpin, yaitu sebagai : Pemimpin, Guru, Pembina, Bapak dan Teman Seperjuangan.
  1. Sebagai Pemimpin. Pemimpin harus mampu memberikan bimbingan/tuntunan yang diperlukan serta senantiasa menjadi contoh dan teladan dalamperkataan, perbuatan, menimbulkan dan memelihara kewibawaan serta mampu melahirkan Pemimpin baru.
  2. Sebagai Guru. Pemimpin harus berusaha meningkatkan kemampuan, ketrampilan dan pengetahuan anggotanya baik perorangan maupun dalam hubungan kelompok. Memiliki kesabaran dan ketenangan dalam mendidik dan melatih.
  3. Sebagai Pembina. Pemimpin senantiasa berusaha agar organisasi dalam melaksanakan tugasnya selalu berhasil guna dan berdaya guna. Dalam usaha pembinaan selalu diarahkan kepada peningkatan dan pemeliharaan unsur personil, materil dan kemampuan operasionalnya. Selain itu pemimpin harus menguasai makna fungsi pembinaan yang meliputi perencanaan, penyusunan, pengarahan dan pengawasan.
  4. Sebagai Bapak. Pemimpin harus berperilaku sederhana, mengenal setiap anggota bawahan, bersikap terbuka dan ramah, mengayomi, bijaksana tetapi tegas, adil, mendorong dan berusaha meningkatkan kesejahteraan anggota bawahan baik materiel maupun spirituil.
  5. Sebagai Teman Seperjuangan. Dalam keadaan suka dan duka, pemimpin dan bawahan merasa senasib sepenanggungan dan saling membantu, serta bersedia berkorban demi kepentingan bersama.

related:


Ini pengalaman saya sewaktu didalam suatu kelompok belajar. saat itu saya kelas 3 sekolah menengah atas. saat itu saya disuruh untuk membuat kelompok yang berisikan 4 orang untuk saling berpasangan untuk melakukanlatihan persiapan pertandingan kejuaraan KARATE waktu itu senpai saya memberikan pilihan untuk setiap kelompok untuk memilih pasangan yang diadu agar tidak grogi/tidak kaku saat di arena. Akhirnya kelompok kami memutuskan untuk memilih lawannya dan peralatan untuk pertandiingan, contoh dari peralatan nya adalah : 
  1. Body protektor
  2. Pakaian karate (karategi) untuk kontestan
  3. Pelindung tangan
  4. Pelindung tulang kering
  5. Ikat pinggang (Obi) untuk kedua kontestan berwarna merah/aka dan biru/ao
  6. Alat-alat lain yang diperbolehkan tapi bukan menjadi keharusan adalah:Peluit untuk arbitrator/alat tulis
    • Pelindung gusi (di beberapa pertandingan menjadi keharusan)
    • Pelindung tubuh untuk kontestan putri
    • Pelindung selangkangan untuk kontestan putera
jadi, keputusan yang diambil adalah memutuskan untuk menggunakan Pelindung tubuh untuk kontestan putri yang akan dijadikan bahan pelatihan.

By :
Free Blog Templates

Doraemon Cute Cursors