Kamis, 28 April 2016

Penelitian Money Politics

 Money Politics


1.1. Latar belakang masalah
Tindakan yang sering terjadi dalam suatu pemilu atau pilkada adalah moneypolitics atau lebih di kenal di indonesia adalah serang fajar dalam dunia politik Indonesia, serangan fajar adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bentuk politik uang atau Money politics dalam rangka membeli suara yang di lakukan oleh satu atau beberapa orang untuk memenangkan calon yang bakal menduduki posisi sebagai pemimpin politik. Money politics umumnya menyasar kelompok masyarakat menengah ke bawah dan kerap terjadi menjelang pelaksanaan pemilihan umum. Bentuk politik uang yang dilakukan adalah dengan cara membagi-bagikan uang menjelang hari pemungutan suara dengan tujuan agar masyarakat memilih partai atau bakal calon pemimpin negara atau daerah tertentu.

1.2. Batasan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas adalah perngertian money poltics dalam pemilu dan pilkada.

1.3. Landasan teori
serangan fajar atau money politics bukanlah fenomena baru dalam jagad politik tanah air. Praktik politik kotor ini inheren dalam budaya dan sistem politik elektoral kita. Dalam setiap hajatan pemilu, hampir bisa dipastikan semua kontestan menggunakan uang untuk mempengaruhi partisipasi pemilih. Secara legal formal, money politics dianggap ilegal dan melanggar hukum. Meski pelakunya diancam hukuman penjara, namun barter suara demi uang justru makin marak.

Dalam konteks ini, teori Niccolo Machiavelli menemukan relevansinya. Bukunya II Principe yang ditulis tahun 1500-an Masehi menginspirasi para petualang politik bahwa kekuasaan bisa diperoleh dengan cara apapun. Bagi Machiavelli dunia politik itu bebas nilai. Politik jangan dikaitkan dengan persoalan moralitas. Dalam politik yang terpenting bagaimana seseorang berusaha dengan berbagai macam cara mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan. Meski cara-cara tersebut inkonstitusional bahkan bertentangan dengan nilai-nilai moral.

Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson dalam No Easy Choice (1977) menyodorkan dua model partisipasi yaitu, partisipasi otonom (autonomous participation) dan partisipasi yang dimobilisasi (mobilized participation). Partisipasi jenis pertama merupakan kegiatan suka rela warga negara. Artinya, partisipasi dilakukan dengan tanpa paksaan dan bebas dari pengaruh apapun. Sedangkan partisipasi jenis kedua merupakan partisipasi yang digerakkan oleh banyak faktor seperti ancaman, tekanan dan intimidasi serta suap.

Dalam kategori teori Huntington dan Nelson, politik uang merupakan bagian dari partisipasi yang dimobilisasi karena tidak didasarkan pada pilihan rasional. Rakyat mencoblos karena ada iming-iming uang bukan karena pilihan sadar tentang pemimpin berdasarkan visi dan misi. Praktik politik uang ini akibat dari mahalnya ongkos demokasi kita.

Demokrasi semu (pseudo demokrasi). Pemilu dibuat seolah demokratis, diciptakan sebuah kondisi seolah-olah demokratis meski sebenarnya bukanlah demokrasi yang hakiki. Demokrasi kita yang begitu besar, ternyata dibarengi dengan praktik politik yang tidak demokratis.

1.4. Pembahasan
Praktik serangan fajar atau money politics tentu menjadi kisah menyedihkan dalam pemilu kita. Sedih karena rakyat memaknai ritual demokrasi lima tahunan ini sebatas ajang mencari keuntungan materi. Sementara elit tak ada hentinya mengeksploitasi rakyat sebagai objek jual beli suara demi ambisi kekuasaan. Tak ada lagi ruang beradu argumen visi dan misi serta program kerja calon, yang ada hanyalah ruang transaksi logistik antara elit dan rakyat.

Menghalalkan macam cara tampak dalam praksis sejumlah kader partai politik yang melakukan money politics untuk meraih kekuasaan. Pemilih yang menerima money politik biasanya  kelompok masyarakat menengah ke bawah dan kerap terjadi menjelang pelaksanaan pemilihan umum. Bentuk politik uang yang dilakukan adalah dengan cara membagi-bagikan uang menjelang hari pemungutan suara dengan tujuan agar masyarakat memilih partai atau bakal calon pemimpin negara atau daerah tertentu.

1.5.Kesimpulan
Menurut penulis dari praktik serangan fajar atau money politics  Pertama, sulitnya menciptakan pemilu jujur, keadilan, dan fair. Dengan uang kemenangan dapat dibeli. Dalam kondisi semacam itu, tentu yang akan lahir adalah pemimpin despotik dan tidak pro rakyat. Kedua, Merusak kepercayaan publik. Pemilu tak lagi dipercaya sebagai sistem yang dapat melahirkan pemimpin baik karena pemilu bisa direkayasa dengan uang. Siapapun calonnya, bisa dipastikan yang menang adalah mereka yang mempunyai kecukupan kapital.


Oleh karena itu, proses pendidikan politik dan pemilih cerdas senantiasa selalu digelorakan guna menciptakan demokrasi yang sehat. Tanpa itu semua, kita pasti akan kesulitan mengkonsolidasikan demokrasi. Sebagai catatan akhir, partisipasi rakyat secara suka rela sebagai prasayat untuk menciptakan sistem demokratis demi lahirnya pemimpin adil dan berintegritas.

sintya wijayanti
18113509

Refrensi

Minggu, 20 Maret 2016

            Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menghadiri pelantikan pengurus Partai NasDem se-DKI Jakarta. Acara pelantikan ini juga dihadiri oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kedua tokoh ini dikelilingi massa 'Teman Ahok'. Massa tersebut adalah ribuan kader Partai NasDem yang mengenakan kaos 'Teman Ahok'. Mereka duduk di tribun di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (20/3/2016). Sementara itu Surya Paloh duduk berdampingan dengan Ahok di kursi yang disediakan di tengah Istora. Menteri LHK Siti Nurbaya yang juga kader NasDem juga hadir dalam pertemuan ini. Siti Nurbaya hadir lebih dulu bersama dengan Surya Paloh sekitar pukul 15.40 WIB. Surya Paloh tampak mengenakan jas berwarna hitam dan pejabat lainnya menggunakan jaket kebesaran partai yang berwarna biru gelap. Elite NasDem seperti  Akbar Faizal, Taufik Basari, dan Viktor Laiskodat menyusul mengikuti acara mengenakan jas kebesaran NasDem berwarna biru tua. Kehadiran mereka disambut tepuk tangan hadirin. 

            Tak lama mereka hadir, gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tiba sekitar pukul 15.50 WIB. Kehadiran Ahok yang mengenakan batik lengan panjang warna biru cerah ini disambut tepuk tangan meriah para 'Teman Ahok' dari NasDem. Sampai berita ini diturunkan acara ini masih berlangsung. Acara ini dihadiri oleh ribuan kader Partai NaDdem yang kompak mengenakan baju Teman Ahok. Ribuan kader Partai Nasional Demokrat (NasDem) datang ke acara pelantikan pengurus partai NasDem DKI Jakarta. Mereka kompak menggunakan seragam Teman Ahok. Seperti yang diketahui, partai pimpinan Surya Paloh ini telah mendeklarasikan dukungannya kepada calon petahana Ahok untuk pertarungan pilkada DKI 2017. Seakan ingin membuktikan hal tersebut, partai NasDem kemudian membagikan kaos Teman Ahok kepada para kadernya dalam acara pengurus partai untuk wilayah DKI Jakarta. Kader partai NasDem dari berbagai wilayah se Jakarta ini mengaku mendapatkan kaos Teman Ahok ini Sabtu malam (19/3/2016) di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kaos Teman Ahok yang disediakan ini berjumlah 3.000 buah.

            "Kami dukung Pak Ahok!," ujar para pendukung dengan kompak sesaat menjelang acara di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, (20/3/2016). Kaos Teman Ahok ini berwarna dominan putih dengan aksen biru di lengan. Di bagian depan terdapat tulisan Teman Ahok dengan ukuran yang cukup besar. Sedangkan di bagian belakang kaos terdapat tulisan "Ahok-Heru untuk Pilkada Jakarta 2017-2022". Acara pelantikkan pengurus partai NasDem DKI Jakarta ini dijadwalkan akan dihadiri oleh ketum NasDem, Surya Paloh, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan pimpinan wilayah DKI Jakarta. Acara sendiri akan dimulai pukul 16.00 WIB. Ketua PDIP Bidang Organisasi dan Keanggotaan Djarot Syaiful Hidayat menghadiri acara pengukuhan pengurus ranting PDIP se-Jakarta Barat. Dalam pesannya kepada kader ranting PDIP, Djarot menekankan agar kader siap berkonsolidasi menuju agenda politik seperti Pilkada 2017.

            Ia menyebut awal kebangkitan PDIP terlihat pada 2012 ketika pasangan Joko Widodo dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menang di Pilkada DKI. PDIP sebagai salah satu partai pengusung pasangan ini. "Kita yang merasa tersisih, tapi di 2012 membuktikan bisa bangkit. Partai Moncong Putih bangkit. PDIP menjadi salah satu parpol pengusung Pak Jokowi dan Pak Basuki bisa menang," ujar Djarot dalam pidato di acara pengukuhan di GOR Grogol, Jakarta Barat, Minggu (20/3/2016). Keberhasilan PDIP terasa ketika Pemilu 2014 baik pemilihan legislatif serta pemilihan Presiden. Kemenangan di Pemilu legislatif mengantarkan PDIP meraih 109 kursi di DPR. Lalu di DPRD DKI, PDIP punya 28 kursi. "Tahun 2014, di pemilu legislatif kita menang. Di (DPRD) DKI 28 kursi. Untuk DPR RI 106 kursi. PDIP itu partai gotong royong, bukan individualis," tutur Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

            Kemudian, ia mengingatkan lagi pentingnya suara kader daerah menyongsong persiapan Pilkada 2017. Aspirasi daerah yang diserap ini merupakan suara dari bawah untuk didengar pengurus DPP. Pengurus ranting setiap Jakarta mesti memulai menyukseskan demi kebaikan untuk masyarakat. "Kalian yang mulai menyapa, memperkenalkan partai ke masyarakat. Apa kalian siap untuk mewujudkan Jakarta baru? Siap tidak?" kata Djarot. "Ini grass root, suara didengarkan, bagaimana keresahan, aspirasi pengurus ranting. Tapi, saya ingin memastikan, minta tolong, sanggupkah teman-teman untuk konsolidasi. Demi partai dengan cara santun, menghormati, menghargai sebagai warga negara," sebutnya. Lalu, Djarot menekankan juga agar kader ranting PDIP se-Jakarta Barat ikut mendukung dirinya serta Gubernur Basuki Tjahaja Purnama untuk menyelesaikan tugas sampai 2017. Komitmen ini sebagai tanggung jawab moral PDIP mendukung pelaksanaan pemerintahan DKI.

            "Sebagai Wakil Gubernur yang ditugaskan oleh partai saya mempunyai kewajiban. Saya ingin memastian, bahwa semua itu bisa terwujud, sampai 2017, sebagai parpol, yang mengusung Jokowi-Basuki sejak 2012, maka itu kewajiban moral," sebutnya. Menjelang Pilkada DKI yang dihelat tahun depan, kelompok pendukung bakal calon gubernur terus bermunculan. Setelah Teman Ahok, kini muncul Sahabat Djarot sebagai pendukung Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat untuk maju di Pilkada tahun depan. Djarot mengaku belum berkomunikasi dengan kelompok Sahabat Djarot. "Belum. Belum pernah dia ngomong (ke saya) untuk nyalonkan saya. Partai (PDIP) juga belum," kata Djarot sebelum acara pengukuhan pengurus ranting Jakarta Barat, di GOR Grogol, Jakarta Barat, Minggu (20/3/2016).

            Dia menambahkan bila kemunculan Sahabat Djarot ini tak bisa dilarang. Meski mengaku belum  berkomunikasi, Djarot hanya mengetahui bila Sahabat Djarot ini tak bekerja untuk mengumpulkan KTP. "Biarin saja, mungkin mereka (Sahabat Djarot, red) berimprovisasi. Dan, silakan saja. Semua warga negara kan berhak untuk seperti itu kan ya. Tetapi kan apa ya, kita kan tidak mengumpulkan KTP ya? Iya kan, nggak kumpulkan KTP. Masa dilarang-larang anak-anak muda itu. Biar saja," tuturnya. Sejauh ini, kata Djarot, ia masih diberikan amanah oleh PDIP agar fokus menuntaskan jabatan hingga 2017. Janji awal Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama ketika masih menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI harus direalisasikan. "Terus terang saja kami, saya itu ditugasi untuk tetap mengawal, memastikan bahwa janji-janji politik, misi-misi Pak Jokowi  dan Pak Basuki pada 2012 bisa terwujud, terealisasikan sampai 2017," ujar eks Walikota Blitar itu.

Dua pimpinan DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat masuk bursa bakal calon gubernur untuk Pilkada tahun depan. Namun, Djarot menegaskan komunikasibya dengan Ahok terhadap program pemerintahan ibukota terus berjalan.

            Menurutnya, tak ada benturan dan terpecah karena isu pemilihan Gubernur DKI tahun depan. Sebagai wakil gubernur, Djarot sadar posisinya karena diminta Ahok. "Yang meminta saya mendampingi itu Pak Ahok. Itu meminta kepada ketua umum. Kemudian, saya mendapatkan rekomendasi dari partai. Maka saya juga harus setia kepada partai. Saya juga setia pada Pak Ahok. Iya toh. Enggak mungkin dong, kita berbenturan dengan pak Ahok," kata Djarot di sela pengukuhan pengurus ranting se Jakarta Barat, di GOR Grogol, Minggu (20/3/2016). Menurutnya, keharmonisan menjadi wakil gubernur harus dijaga sampai masa tugas selesai. Secara etika dan moral, hal ini yang menjadi pola pikirnya. "Karena dia (Ahok, red) yang meminta kita kok. Ya kan. Itu etika, moral. Moral pemerintahan. Tidak boleh terpecah dan mengadu satu sama lain," tuturnya.

            Bagi Djarot, soal namanya masuk bursa cagub DKI diserahkan ke mekanisme PDIP. Ia tak ingin berandai-andai bila namanya diajukan partai atau tidak. Saat ini, diingatkannya yang terpenting adalah komitmen menjaga pemerintahan hingga masa bakti 2017. "Saat ini tetap setia dengan Pak Ahok ya, harus mendampingi beliau, memastikan semua program Pemprov DKI itu berjalan dengan baik. Sesuai komitmen kita ini kita tuntaskan sampai 2017. Jadi, gak papa," sebut eks Walikota Blitar itu. Lagipula, menurut Djarot,dirinya diperintahkan PDIP untuk tetap fokus sebagai Wakil Gubernur DKI. Jalan menuju Pilkada DKI dilihatnya masih panjang. "Saya diperintahkan oleh partai untuk tetap setia, agar tak memikirkan ke sana. Karena jalan masih panjang. Karena aturan-aturan Pilkada ini masih digodok dan dibahas ya. Kita tunggu aja yang sabar," ujarnya. Djarot pun belum yakin bila dirinya pasti diusung PDIP untuk maju ke Pilkada DKI tahun depan.

            "Itu kan kalau. Itu masih belum pasti. Ikutin saja mekanismenya. Saya sampaikan tadi, setialah pada sumbermu. Makanya saya setia terhadap partai, saya juga setiap pada Pak Ahok," katanya. Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat menegaskan kampanye tak boleh dilakukan di tempat milik fasilitas umum. Hal ini termasuk larangan kampanye di acara yang menjadi milik khalayak umum seperti hari bebas berkendaraan (car free day). Diingatkan Djarot, car free day ada aturan larangan tak boleh untuk melakukan aktifitas politik. "Kan sudah ada ketentuannya car free day  tidak boleh digunakan untuk aktifitas politik, ya itu berarti menurut saya pelanggaran dan tidak boleh," kata Djarot sebelum acara pengukuhan pengurus ranting PDIP se-Jakarta Barat di GOR Grogol, Minggu (20/3/2016). Djarot menjelaskan car free day yang diselenggarakan setiap hari Minggu merupakan acara agar masyarakat bisa berekspresi secara positif. Bila aktivitas politik untuk kepentingan Jakarta seperti bagi-bagi pohon untuk penghijauan atau larangan penggunaan plastik maka tak menjadi masalah. Namun, berbeda bila digunakan untuk kepentingan kampanye.

            "Car free day untuk warga Jakarta di dalam hari Minggu itu untuk berekspresi, ya berolahraga, bercengkerama. Jangan dimanfaatkan macam-macam. Boleh dimanfaatkan, tapi itu untuk kepentingan Jakarta. Misalnya Bagi-bagi pohon untuk penghijauan. Tapi,  kalau untuk kepentingan-kepentingan politik ya jangan. Jangan lah. Tidak baik itu," sebutnya. Dia menambahkan fasilitas umum juga tak layak dipakai untuk kampanye. Bila dipaksakan dipakai maka hal tersebut justru merusak demokrasi."Seperti itu tidak baik ya. Itu tidak baik bagi demokrasi kita," tuturnya. Djarot pun menceritakan pengalamannya ketika menjabat Walikota Blitar, Jawa Timur. Setiap acara kepentingan partai politik maka Djarot menghindari penggunaan fasilitas pejabat seperti kendaraan dinas. "Bahkan sejak saya jadi walikota, ketika acara-acara partai pun, saya selalu menggunakan kendaraan pribadi pun. Saya tidak pernah. Tanya saja. Bahkan ketika di Blitar pun, saya tidak mau menggunakan kendaraan dinas," ujarnya.


Sumber :

Jumat, 08 Januari 2016

 

 
PROPOSAL INI DISUSUN OLEH :
NAMA   : SINTYA WIJAYANTI
NPM      : 18113509
KELAS  : 3KA11 
 
 
UNIVERSITAS GUNADARMA
 i
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan ke hadirat Allah SWT atas karunia dan rahmatnya, saya dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul “Manfaat Wortel Bagi Kesehatan Manusia”.
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada yang telah memberi motivasi kepada saya sehingga dapat menyelesaikan proposal penelitian ini, yaitu Allah swt, orangtua saya, dan teman-teman saya.
Saya menyadari proposal penelitian ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu saya mohon maaf dan mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun.
Semoga proposal penilitian tentang manfaat wortel bagi kesehatan ini dapat bermanfaat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
                                                                                                            
                                                                                                                    Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………                   i
DAFTAR ISI..………………………………………………………….                  ii
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………..                  1
        A. LATAR BELAKANG…………………………………………                  1
        B. IDENTIFIKASI MASALAH………………………………….                  1
        C. PEMBATASAN MASALAH………………………………....                   1
        D. RUMUSAN MASALAH………………………………………                 2
        E. TUJUAN……………………………………………………….                  2
        F. KEGUNAAN…………………………………………………..                   2
BAB 2 LANDASAN TEORI…………………………………………..                  3
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN……………………………......                  4
        A. WAKTU DAN TEMPAT PENILITIAN ...................................                   4
        B. METODE PENILITIAN ITU ....................................................                  4
        C. INSTRUMEN PENELITIAN………………………………….                  4
        D. ANALISIS DATA……………………………………………..                   4
BAB 4 PENUTUP……………………………………………………...                  5
        A. KESIMPULAN…………………………………………………                5
DAFTAR PUSATAKA…………………………………………………                 7








1
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
      Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 – 24 bulan) yang menyimpan   karbohidrat  dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m,dengan bunga berwarna putih. Sayuran yang satu ini memang terkenal kandungan gizinya.  Diantara sayuran yang lainnya mungkin wortellah yang paling banyak digemari oleh anak-anak karena tekstur dan warna serta rasanya sedikit manis. Wortel merupakan jenis sayuran terpopuler kedua setelah kentang. Wortel mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A dan Beta karoten kadang – kadang diresepkan untuk hal yang sama, karena beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A. Beta karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda. Antara lain yang cukup dikenal didunia kesehatan adalah karoten, lutein, dan lancers. Beta karoten merupakan bagian penting dari karoten. Jika tubuh diberi asupan beta karoten maka tubuh akan membentuk vitamin A sesuai yang diperlukan tubuh sehingga menyantap wortel menjadikan cara yang aman untuk memperoleh vitamin 
A. Tidak salah jika ibu-ibu dirumah sering mencampurkan wortel kedalam menu masakannya. Namun tahukah anda apa saja kandungan dan manfaat wortel. Dalam proposal penilitan  ini akan dikaji tentang pemanfaatan sayuran wortel sebagai pengobatan   kesehatan yang mampu mengatasi dan mencegah beberapa penyakit tertentu .

B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan pembahasan latar belakang permasalahan dapat diidentifikasi beberapa masalah dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimana pemanfaatan wortel untuk kesehatan manusia ?
2. Apakah wortel mengandung vitamin A yang paling tinggi ?
C. PEMBATASAN MASALAH
Dari diidentifikasi masalah yang terpapar di atas diperoleh gambaran dimensi permasalahan yang begitu luas. Namun menyadari adanya keterbatasan waktu dan kemampuan, maka penulis memandang perlu memberi batasan masalah secara jelas dan terfokus . Selanjutnya masalah yang menjadi obyek penelitian dibatasi hanya pada analisis kandungan dan manfaat wortel bagi kesehatan manusia.
D. RUMUSAN MASALAH
1. Kandungan vitamin apa saja yang terdapat dalam wortel ?
2. Manfaat wortel bagi kesehatan ?
E. TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan proposal penilitian tentang manfaat wortel bagi kesehatan  ini selain untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia tetapi juga untuk  memberikan informasi  kepada masyarakat agar   tahu tentang pemanfaatan wortel untuk kesehatan.
F. KEGUNAAN
Kegunaan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dari manfaat dan kandungan yang terdapat dari sayuran wortel terhadap kesehatan 







3
BAB 2
LANDASAN TEORI
      Wortel (Daucus carota) adalah tumbuhan jenis sayuran umbi yang biasanya berwarna jingga atau putih dengan tekstur serupa kayu. Bagian yang dapat dimakan dari wortel adalah bagian umbi atau akarnya. Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 – 24 bulan) yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m, dengan bunga berwarna putih.
      Wortel atau dalam bahasa latinnya disebut Daucus carota adalah tumbuhan sayur yang dapat ditanam sepanjang tahun. Terutama didaerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab. Tumbuhan wortel membutuhkan sinar matahari dan dapat tumbuh pada semua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri.
      Wortel merupakan jenis sayuran terpopuler kedua setelah kentang. Wortel mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A dan Beta karoten kadang – kadang diresepkan untuk hal yang sama, karena beta karoten didalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A. Beta karoten sendiri termasuk dalam golongan karotenoida dan telah diidentifikasi terdapat lebih dari 600 jenis karoten yang berbeda. Antara lain yang cukup dikenal didunia kesehatan adalah karoten, lutein, dan lancers. Beta karoten merupakan bagian penting dari karoten. Jika tubuh diberi asupan beta karoten maka tubuh akan membentuk vitamin A sesuai yang diperlukan tubuh sehingga menyantap wortel menjadikan cara yang aman untuk memperoleh vitamin A.
      Dibandingkan dengan sayuran lain, wortel paling banyak mengandung beta karoten, rata – rata 12.000 IU ; para ahli menganjurkan 15.000 – 25.000 IU perhari. Ini terkait kandungan tinggi beta karoten yang mampu mencegah penyakit kanker, karena sifat antioksidanya yang melawan kerja destruktif sel – sel kanker. Disamping itu beta karoten membantu lancer kekebalan tubuh yang menghasilkan “killer cell” alami.
      Karoten juga baik untuk kesehatan mata. Membantu mencegah terjadinya rabun senja dan memperbaiki penglihatan yang lemah. Kekurangan vitamin A atau yang dikenal dalam istilah kedokteran sebagai vitaminosis A, dapat menyebabkan buta ayam atau rabun senja. 
      Didalam wortel juga terkandung pectin yang baik untuk menurunkan kolesterol darah. Serat yang tinggi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya konstipasi. Dengan adanya kandungan kalium dalam wortel, dapat membantu menetralkan asam dalam darah dan vitamin A membantu hati menghilangkan toksin didalam tubuh. Wortel mentah atau dimasak merupakan sumber kalium dan vitamin C. Wortel dapat dikonsumsi dan dicampur dalam berbagai variasi makanan, minuman jus ataupun suplemen.







4
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu Dan Tempat Penelitian
Penelitian ini sudah dilaksanakan pada semester 5 tahun 2015 yang dimulai tanggal 23 November sampai dengan 27 Desember. Dan lokasi penilitian ini di Laboratorium.

B. Metode Penelitian
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data yang digunakan dalam sebuah proses penelitian. Metode pengumpulan data yang penulis pergunakan meliputi:
1. Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya. Dalam penelitian ini digunakan observasi partisipasi (participant observer) yaitu pengumpulan data melalui observasi terhadap objek pengamatan dengan langsung hidup bersama, merasakan serta berada dalam aktivitas kehidupan objek pengamatan). Adapun kegunaan dari metode observasi ini, setidaknya penulis mendapat gambaran secara sekilas mengenai manfaat dan kandungan dari wortel bagi kesehatan manusia.
2. Kuesioner adalah pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk dijawab. Responden dapat memberikan jawaban dengan memberi tanda pada salah satu atau beberapa jawaban yang telah disediakan, atau dengan menuliskan jawabannya. Peneliti mempergunakan kuesioner ini sebagai alat pengumpulan data yang paling utama yang dikembangkan berdasarkan kisi-kisi yang telah ditentukan sebelumnya.
C. Instrumen Penulisan
Teknik penyusunan kuesioner adalah berdasarkan pada hasil observasi dari sejumlah orang yang sedang membutuhkan dan mencari informasi.
D. Analisis Data
Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif secara analitik yaitu mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, sehingga hanya merupakan penyingkapan fakta.
Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang diperoleh baik melalui hasil kuesioner, kemudian dideskripsikan dengan cara menggunakan analisis persentase.






5
BAB 4
PENUTUP

KESIMPULAN
A. Kandungan vitamin yang terdapat di wortel
      Salah satu kandungan gizi wortel yang penting tersebut adalah α- dan β-karotennya. Kedua jenis karoten tersebut penting dalam memenuhi gizi manusia yaitu sebagai provitamin A. Provitamin A atau karotenoid banyak terdapat pada sayuran yang berwarna kuning atau orange, seperti wortel. Beberapa jenis karotenoid memang mempunyai aktivitas pro-vitamin A, namunβ-karoten merupakan karotenoid yang mempunyai keaktifan paling tinggi di antara jenis-jenis karotenoid lainnya dalam membentuk vitamin A di dalam tubuh.Karoten juga mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa dalam konsentrasi tinggi, karoten dapat mencegah atau menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, karena sifat antioksidannya yang melawan kerja destruktif sel-sel kanker tersebut. Karoten juga mampu meningkatkan lancer kekebalan tubuh dan kesehatan mata. Oleh sebab itu, kandungan karoten dalam wortel sangat penting untuk kesehatan tubuh.
      Selain itu kandungan gizi wortel yang penting lainnya adalah mineral (terutama kalsium dan fosfor), lancer, serat, vitamin C, vitamin B dan minyak atsiri yang baik untuk kesehatan tubuh. Lancer dalama wortel sangat baik untuk menurunkan kolesterol darah. Pada wortel juga terdapat serat yang tinggi bermanfaat untuk mencegah terjadinya konstipasi pada saluran pencernaan. Sedangkan kandungan minyak atsiri wortel terdapat pada kantong minyak yaitu di dalam ruang antarsel perisikel pada umbi wortel, yang berperan dalam menyebabkan lancer aroma yang khas dari wortel. Selain itu, wortel yang memiliki akar tunggang menyimpan sukrosa dan jenis gula lainnya dalam jumlah yang cukup banyak. Jenis-jenis gula yang terdapat pada wortel terdiri darimaltosa, glukosa, sukrosa, dan fruktosa. Namun, kandungan gula dan juga asam amino pada wortel tergantung dari jenis atau varietas wortel, lingkungan, pertaniannya dan penyimpanannya.
B. Manfaat wortel
Untuk Kesehatan mata.
Wortel kaya dengan betakaroten ( vit. A ), zat gizi mutlak yang dibutuhkan oleh mata. Senyawa ini memanglah tidak bisa mengobati kebutaan, tetapi bisa melakukan perbaikan situasi mata disebabkan kekurangan vit. A. Karakternya yang antioksidan bisa menghindar katarak serta degenerasi lancer yang sering menimpa beberapa lanjut usia.
Kolesterol.
Penelitian oleh lancers dkk tunjukkan mereka yang makan 200 g wortel mentah tiap-tiap hari sepanjang 3 minggu, kolesterolnya turun sejumlah 11%. Begitupun penelitian yang dikerjakan di lancer university, as. Mereka yang makan wortel 5 kali 1 minggu, turunkan risiko stroke sampai 68%. Namun dari penelitian di kampus lancers diketahui vit. A yang terdapat didalam wortel bisa menghindar cacat serta kematian disebabkan stroke. Diperkirakan penurunan kandungan kolesterol ini berkat kandungan calcium pectate, type serat larut.
Kanker.
Penelitian yang dikerjakan Marilyn Menkes, Ph.D di State University New York tunjukkan orang yang tubuhnya rendah kandungan betakarotennya berisiko terkena kanker paru-paru. Sebab itu, beliau menyarankan agar beberapa perokok konsumsi wortel serta bahan makanan yang lain yang tinggi karoten untuk menghindar kanker paru. Nyatanya, tak hanya kaknker paru, betakaroten dan senyawa yang lain yang juga berbentuk antioksidan pada wortel bisa menghindar kanker mulut, tenggorok, saluran kemih, lambung, usus, lancers, serta payudara. Untuk memperoleh faedah wortel sebagai antikanker, wortel butuh dimasak agar senyawa karotennya terlepas. Dengan dimasak, kandungan karotennya naik 2 – 5 kali lipat.
Sembelit.
Serat yang terdapat pada wortel menaikkan volume feses sampai 25% hingga urusan ke belakang jadi lancar.







7
DAFTAR PUSTAKA
4. http://www.manfaatnyasehat.com/kandungan-dan-manfaat-wortel-untuk-kesehatan.html

JUDUL
ABSTRAK
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
BABI. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
    1. Tujuan Penulisan
    2. Manfaat Penulisan
BAB II. KAJIAN TEORETIS DAN METODOLOGI PENULISAN
A. Kajian Teoretis
B. Kerangka Berpikir
C. Metodologi Penulisan
BAB III. PEMBAHASAN (judul sesuai topik masalah yang dibahas)
A. Deskripsi Kasus
B. Analisis Kasus
BAB IV. KESIMPULAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN (termasuk sinopsis gambaran umum perusahaan yang ditulis)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Memuat fakta-fakta atau sebab yang relevan sebagai titik tolak dalam merumuskan masalah penulisan dan mengemukakan alasan penentuan masalah. Penulis dapat mengutip/mengemukakan pendapat para ahli, berita melalui media massa, peraturan perundang-undangan yang mendukung terhadap fakta atau fenomena yang akan ditulis. Setiap peraturan dan perundang-undangan yang dikutip tidak ada catatan kaki, sedangkan pendapat para ahli, berita melalui media massa harus disertai catatan kaki.
B. Perumusan Masalah
Menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin dicari jawabannya. Perumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang dibahas, diakhir pertanyaan harus memberikan tanda tanya (?).
C. Tujuan dan Manfaat
    1. Tujuan Penulisan : Menyebutkan secara spesifik maksud yang ingin dicapai dalam penulisan.
    2. Manfaat Penulisan : Kontribusi hasil penulisan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
BAB II
KAJIAN TEORETIS DAN METODOLOGI PENULISAN
A. Kajian Teoretis
Pemaparan beberapa teori ilmiah dan temuan-temuan lain yang dianggap perlu dan relevan dengan pokok masalah Setiap teori yang dikutip harus disertai penjelasan dan komentar penulis tentang kaitan teori tersebut dangan masalah. Sedangkan pada akhir dari semua teori-teori yang dikutip, penulis harus memunculkan sebuah kesimpulan terkait dengan permasalahan.
B. Kerangka Berpikir
Argumentasi penulis yang didasari pada teori-teori ilmiah yang telah dikemukakan dimuka. Penelitis harus menjelaskan suatu alur kerja atau saling keterkaitan antar indikator dengan permasalahan yang dibahas. Peneliti dapat untuk mengungkapkannya dapat menggunakan bantuan skema atau bagan penjelasan.
C. Metodologi Penulisan
1. Tempat dan waktu : jelaskan tempat/lokasi observasi dengan menyebutkan nama perusahaan serta alamatnya, kemudian sebutkan waktu observasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh masing-masing program studi.
2. Metode :
    a. Sebutkan nama metode yang digunakan (misalnya: metode deskriptif analisis).
    b. Teknik pengumpulan data (misalnya: wawancara, observasi, menggunakan kuesioner).
    c. Teknik Analisis Data (misalnya: memakai rumus statistik, rumus keuangan, atau model analisis lain
        seperti SWOT, EOQ, EVA, ABC).
BAB III
PEMBAHASAN (judul bab ini harus sesui dengan topik yang diangkat)
A. Deskripsi Kasus
Mengidentifikasi kasus-kasus yang terdapat pada perusahaan (sesuai dengan kekhususan bidang ilmu penulis). Kasus yang diidentiftkasi di mulai dengan kasus sederhana sampai pada kasus kompleks dan rumit sesuai dengan urgensi fenomena yang diangkat pada perumusan masalah. Kasus yang diangkat merupakan kasus yang ditemukan di perusahaan dan penulis terlebih dahulu melakukan konfirmasi dengan pihak perusahaan (guna menjamin kesahihan kasus). Kasus-kasus yang bersifat rahasia tidak disarankan untuk dibahas oleh penulis. Kasus yang diangkat dapat berupa point-point uraian penjelasan atau berupa tabel, diagram dan sebagainya.
B. Analisis Kasus
Penulis melakukan pengkajian terhadap kasus yang dipilih sesuai urgensi permasalahan dan berusaha mengkaitkan dengan konsep teori dan temuan-temuan lain yang dianggap perlu. Untuk mendapatkan solusi/pemecahan terhadap kasus yang dibahas, penulis dapat juga menggunakan model-model analisis seperti analisis SWOT, EOQ dan sebagainya sesuai kebutuhan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Peneliti harus meyimpulkan hasil temuan dari analisis kasus dalam bentuk point-point penting secara jelas dan tepat (tidak boleh menulis simpulan diluar kasus yang dianalisis). Berangkat dari kesimpulan tersebut penulis memberikan saran-saran yang berguna terkait dengan kasus yang telah dianalisis (untuk jangka pendek, menengah dan panjang) terutama ditujukan kepada perusahaan yang ditulis dan kegunaannya bagi perkembangan IPTEK. Pada bab ini antara Kesimpulan dan Saran masing-masing dijadikan sub-bab tersendiri.
================================================================================================================================================

Teknik Penulisan Laporan Karya Ilmiah

A. Bahan dan Teknik Pengetikan

1.  Kertas
  • Kertas yang digunakan untuk menulis karya ilmiah adalah kertas HVS 80 gram berukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm).
  • Sampul (kulit luar) berupa soft cover dari bahan buffalo atau linen pada saat ujian karya ilmiah dan hard cover setelah ujian (revisi) dan dinyatakan lulus dengan warna magenta.
  • Pembatas antara bab yang satu dengan bab lainnya diberikan pembatas kertas doorslag warna magenta berlogo Universitas Negeri.

2. Jenis Huruf
  • Naskah karya akhir menggunakan jenis huruf yang sama, dari awal sampai akhir, yaitu Times New Roman, ukuran font 12, kecuali judul bab digunakan ukuran font 14 dan footnote dengan ukuran font 9.
  • Huruf tebal digunakan untuk judul bab, sub bab, tabel, gambar dan lampiran.
  • Huruf miring dapat digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya istilah/kata dalam bahasa asing, atau kata yang ingin ditekankan.

3. Margin
Batas pengetikan dari tepi kertas untuk naskah karya ilmiah adalah sebagai berikut :
  • Tepi atas 4 cm
  • Tepi bawah 3 cm
  • Tepi kiri 4 cm
  • Tepi kanan 3 cm
4. Format
  • Setiap judul bab dan judul lembaran dimulai halaman baru diketik dengan huruf kapital diletakkan di tengah (centering) bagian atas halaman.
  • Sub bab diketik di pinggir sisi kiri halaman dengan menggunakan huruf kecil tebal kecuali huruf pertama pada setiap kata diketik dengan huruf kapital.
  • Setiap alinea baru, kata pertama diketik masuk ke kanan setelah ketukan ketujuh atau mulai pada ketukan delapan.
  • Tabel dalam teks disertai nomor tabel dan judul tabel diketik dengan huruf “T” kapital seperti Tabel II.1, berarti tabel Bab II yang pertama dan seterusnya serta penempatannya di atas tabel.
  • Gambar dalam teks disertai nomor gambar dan judul gambar diketik dengan huruf “G” kapital seperti Gambar III.1, berarti gambar Bab III yang pertama dan seterusnya serta ditempatkan di bawah gambar.
  • Penulisan lambang atau simbol sebaiknya menggunakan fasilitas program perangkat lunak komputer. Sedangkan satuan dan singkatan yang digunakan hanya yang lazim dipakai dalam disiplin ilmu masing-masing seperti: 100 C; kg; 12 ppm; ml; dan sebagainya.
  • Istilah asing yang dalam teks dicetak miring(Italic) misalnya: et al.; ibid; supply; centring; dan sebagainya.
  • Setelah tanda koma, titik koma, dan titik dua diberi jarak satu ketukan dan sebelumnya tidak perlu diberi spasi.
  • Pemutusan kata harus mengikuti kaedah bahasa Indonesia yang baku dan benar.
5. Spasi
  • Jarak antara baris dalam teks adalah dua spasi, kecuali kalimat judul, sub judul, sub bab, judul tabel, dan judul gambar serta judul lampiran adalah satu setengah spasi.
  • Jarak antara judul bab dengan teks pertama isi naskah atau antara judul bab dengan sub bab adalah empat spasi.
  • Abstrak/abstract diketik dengan jarak satu spasi; judul abstract dan seluruh teksnya diketik dengan huruf miring (Italic).
  • Jarak spasi sumber referensi dalam Daftar Pustaka satu spasi kecuali jarak spasi antara sumber pustaka.
  • Jarak baris pada kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel maupun gambar 2 (dua) spasi.

B. Penomoran Halaman

1. Halaman Bagian Awal
Bagian awal karya ilmiah diberi nomor halaman dengan menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, dan seterusnya) ditempatkan pada posisi tengah bawah halaman yang dimulai dari judul dalam (sesudah sampul) sampai dengan halaman Riwayat Hidup. Halaman judul dan halaman persetujuan tidak diberi nomor, tetapi diperhitungkan sebagai halaman i dan ii yang tidak perlu diketik.

2. Halaman Utama
Penomoran mulai dari Bab Pendahuluan sampai dengan Bab Kesimpulan dan Saran menggunakan angka Arab (1, 2, 3 dst.) dan setiap judul bab nomor diletakkan pada bagian tengah bawah dan halaman berikutnya diletakkan sudut kanan atas dengan jarak tiga spasi. Penomoran bukan bab dan sub bab menggunakan angka Arab dengan tanda kurung misalnya: 1), 2) atau (1), (2), dst.

3. Halaman Bagian Akhir
Penomoran pada bagian akhir karya ilmiah mulai dari Daftar Pustaka sampai dengan Riwayat Hidup menggunakan angka Arab yang diketik pada marjin bawah persis di tengah-tengah dengan jarak tiga spasi dari marjin bawah teks, dan halaman selanjutnya diketik sebelah kanan atas dengan jarak tiga spasi dari pinggir atas (baris pertama teks) lurus dengan marjin kanan teks.

C. KUTIPAN

Kutipan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah peneliti mengambil kutipan sesuai dengan sumber aslinya. Kutipan yang tidak lebih dari tiga baris diketik dua spasi dengan cara memberikan tanda petik diantara teks yang dikutip dan diberi nomor kutipan. kutipan yang menggunakan istilah atau bahasa asingdicetak miring dan diberi nomor kutipan Ini dapat dilihat pada contoh berikut :
Menurut Hawkins, Best dan Cooney mengemukakan pengertian sikap bahwa :“Attitude is an enduring organizational, emotional, perceptual an cognitive process with respect to some aspect environmental (Sikap adalah suatu organisasi yang bertahan lama dari motivasi, emosi, persepsi, dan proses kognitif dengan menghargai beberapa aspek lingkungan)”.
Sedangkan kutipan lebih dari tiga baris diketik satu spasi dan ditempatkan dalam alinea tersendiri. Adapun ketukan baris pertama dan seterusnya sebanyak 7 ketukan. Hal Ini dapat dilihat pada contoh berikut :
Syaiful Bahri Djamarah berpendapat bahwa kelebihan metode diskusi adalah :
1. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan bukan satu jalan.
2. Menyadarkan anak didik bahwa dengan diskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang baik.
3. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleran”.
Sedangkan kutipan tidak langsung adalah peneliti menggambarkan suatu teori berdasarkan sumber kutipan.

D. CATATAN KAKI

Pencantuman catatan kaki diperlukan dalam penulisan karya ilmiah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sumber referensi yang menjadi kajian peneliti. Adapun unsur pokok dalam catatan kaki adalah nama penulis, judul tulisan, data publikasi (kota tempat terbit, nama penerbit, dan tahun penerbitan), serta nomor halaman. Semua sumber kutipan yang baru muncul pertama kali harus ditulis secara lengkap, sedangkan untuk pemunculan berikutnya digunakan singkatanibid, op. cit, atau loc. cit. Dalam menulis catatan kaki, baris pertama harus ke dalam sebanyak 7 (tujuh) ketukan.
Ibid adalah singkatan dari ibidem, digunakan apabila sumber kutipan pertama diikuti dengan kutipan berikutnya dimana sumbernya sama, tanpa diselingi dengan sumber kutipan lain.
Loc. cit. adalah singkatan dari loco citato, artinya yaitu tempat yang pernah dikutip. Kutipan berasal dari sumber yang sama dengan sumber yang pernah dikutip
(halamannya sama), tetapi telah diselingi dengan sumber kutipan lain.
Op. cit. adalah singkatan dari opere citato,artinya karya yang telah dikutip (dikutip terlebih dahulu). Kutipan berasal dari sumber yang sama dengan sumber yang pernah dikutip (halamannya berbeda), tetapi telah diselingi dengan sumber kutipan lain.
Contoh Penulisan Catatan Kaki:
Pada Halaman 1
1 William H. Newman, Administrative Action(London: Prentice Hall, Inc., 1963), p.463

2 Ibid., p. 473

3 Pangripto, “Manajemen Rumah Sakit”,Jurnal Kesehatan dan Gizi, Vol. 3 No. 2, Juni 1998, pp. 55-58

4 William H. Newman, loc. cit.
Pada Halaman 2

5 Gunawan Adisaputro et al., Business Forecasting: Latar Belakang Teoretis, Vol. 1 (Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, 1974), p. 53.

6 William H. Newman, op. cit., p.590 10John M. Spiszer, Leadership and Combat Motivation: The Critical Task, 1999, p.1 (http://www.cgsc.army.mil/milrev/english/MayJun99/Spiszer.htm).

E. DAFTAR PUSTAKA

Ketentuan dalam penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut :
  1. Tuliskan nama pengarang, judul karangan dan data tentang penerbitannya (tempat, penerbit dan tahun).
  2. Daftar pustaka disusun secara alfabetis tidak hanya huruf terdepannya tetapi juga huruf kedua dan seterusnya.
  3. Daftar pustaka diketik satu spasi dan jarak antara masing-masing pustaka adalah dua spasi.
  4. Huruf pertama dari baris pertama masing-masing pustaka diketik tepat pada garis tepi kiri tanpa ketukan (indensi) dan baris berikutnya digunakan indensi 7 karakter.
  5. Apabila nama pengarang sama dan judul berbeda, maka baris pertama harus diberi garis terputus-putus sebanyak 14 (empat belas) ketukan.
  6. Penulisan nama pengarang diawali dengan nama keluarga, kemudian namanya. Untuk dua atau tiga pengarang, nama pengarang kedua dan ketiga tidak perlu dibalik.
  7. Penulisan nama pengarang yang bermarga cina atau mandarin, ditulis apa adanya (tidak diindeks).
  8. Jika nama pengarang sama dalam dua tahun penerbitan berbeda, maka daftar pustaka disusun menurut urutan waktu (tahun).
  9. Nama pengarang sama, judul berbeda perlu diberikan garis sebanyak 14 ketukan.
  10. Sama sekali tidak boleh mencantumkan sumber referensi yang tidak pernah dibaca dan tidak boleh mencantumkan gelar.
  11. Dalam daftar pustaka/catatan kaki, tulisan yang bersumber dari majalah/ koran/makalah yang diberi garis bawah atau ditebalkan adalah nama majalah/korannya yang menerbitkan.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka
1) Buku
a. Satu Pengarang
Nasoetion, Andi Hakim. Metode Statstika.Yakarta: Penerbit PT Gramedia, 1980 Turabian, Kate L. A Manual for Writers of Term Papers, Theses, and Dissertations.
Chicago: University of Chicago Press, 1980.

b. Dua Pengarang
Kennedy, Ralph Dale dan Stewart Y. McMullen. Financial Statement: Form, Análisis and Interpretation. Petaling Jaya: Irwin Book Company, 1973 Pangestu, Subagyo dan Djarwanto. Statistik Deskriptif. Yogyakarta: BPFE, 1982.

c. Tiga Pengarang
Heidirachman R., Sukanto R., dan Irawan.Pengantar Ekonomi Preusan. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Facultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, 1980. Jahoda, Marie, Morton Deutsch, dan Stuart W. Cook. Research Methods in Social Relation. New Cork: Dryden Press, 1951.

d. Lebih Dari Tiga Pengarang
Selltiz, Claire, et al. Research Methods in Social Relations. New Cork: Holt, Rinehart & Winston, 1959 Sukanto, et al. Business Forecasting. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Facultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, 1980.

e. Pengarang Sama
Newman, William H. The Process of Management. London: Prentice Hall. Inc., 1961. ________________. Administratif Action. London: Prentice Hall. Inc., 1963.

f. Tanpa Pengarang
Author’s Guide. Englewood, Cliffs, N.J.: Prentice Hall. Inc., 1975. Scientific Method in Business. Collage Park: University of Maryland, 1973.

2) Buku Berjilid/Berseri
Edwards, James D., et al. Accounting: A Programmed Text. Vol. I. Homewood, Illinois: Richards D. Irwin, Inc., 1967. Suhardi Sigit. Azas-Azas Accounting. Bagian Pertama. Yogyakarta: Fa. Sarjana, 1968.

3) Buku Terjemahan/Saduran/Suntingan
Booth, Anne, dan Meter McCawley. Ekonomi Orde Baru. Suntingan Sujarwadi. Yakarta: LP3ES, 1982.
Conant, James B. Teori dan Soal-Soal Ekonomi Makro. Terjemahan Faried Wijaya. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, 1978.
Kotler, Phlips. Marketing Management. Saduran Karyadi dan Sri Suwarsi. Surakarta: Facultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret, 1978.

4) Buku Dengan Edisi Bukan Edisi Pertama
Djarwanto Ps. Statistik Nonparametrik. Edisi 2. Yogyakarta: BPFE, 1985.
Shepherd, William R. Historical Atlas. 8th ed. New Cork: Barnes & Noble, 1956.

5) Bab Yang Ditulis bukan oleh Pengarang atau Penyunting Buku yang Bersangkutan
Ahluwalia, M. “Income Inequality: Some Dimensions of the Problem”, In H. Chenery, et al. Redistribution With Growth. London: Oxford University Press, 1974.
Soelistyo, Sudarsono, dan Ari Sudarman. “Prospek Kesempatan Kerja dan Pemerataan Pendapatan Dalam Repelita III”. Dalam The Kian Wie (Penyuntingan).
Pembangunan Ekonomi dan Pemerataan: Beberapa Pendekatan Alternatif. Jakarta: LP3ES, 1981.

6) Seri atau Rangkaian
Sutrisno Hadi. Efisiensi Kerja. Jilid I dari Seri Kapita Selekta “Psikologi Kerja”, 5 jilid. Yogyakarta: [t.p.], [t.th].
Terman, Lewis M., dan Melita H. Olden. The Gifted Child Grows Up. Vol. 4 of the “Genetic Studies of Genius Series”, Lewis M. Terman (ed.). Standford: Stanford University Press, 1974.

7) Lembaga Sebagai Penyunting Buku
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan. Jakarta: PN Balai Pustaka, 1980.
FAO. Production Yearbook 1975. Rome: FAO, 1976.

8) Surat Kabar
Salim, Emil. “Forest Sustainability Management”, The Jakarta Post. Februari 6, 1977.
Karlina. “Sebuah Tanggapan: Hipotesa dan Setengah Ilmuan”. Kompas. 12 Desember 1981.

9) Jurnal/Peberbitan Berkala
Rahardjo, M. Dawam. “Dunia Bisnis di Persimpangan Jalan”, Prisma. Juli 1983, 7, hal. 1-12.
Dharmawan, Johan. “Uruea dan TPS di Indonesia dalam Analisis Permintaan Kuantitatif”, Jurnal Argo Ekonomi. Mei 1982, 2, hal. 1 – 27.

10) Hasil Penelitian
Kasryno, Faisal, et al. Perkembangan Institusi dan Pengaruhnya Terhadap Distribusi Pendapatan dan Penyerapan Tenaga Kerja: Kasus di Empat Desa di Jawa
Barat. Bogor: Studi Dinamika Pedesaan, 1981.
Nganji, Kalikit, et al. Regional Studi Daerah Kedu dan Surakarta. Salatiga: Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satyawacana, 1976.

11) Paper dalam Seminar/Lokakarya
Mangundikoro, Apandi. “Konservasi Tanah dalam Rangka Rehabilitasi Lahan di Wilay ah Daerah Aliran Sungai”. Kertas Kerja padaLokakarya Pola Tanam dan
Usahatani ke-IV, Bogor, 20 – 21 Juni 1983.
Suranggadjiwa, L.M. Harris. “Pengelolaan Daerah Aliran Sungai”. Kereta Kerja pada Seminar Nasional Pengembangan Lingkungan Hidup, Jakarta, 5 – 6 Juni 1978.

12) Bahan yang Tidak Diterbitkan
Brizi. Teknik Perencanaan Linear untuk Penyusunan Rencana di Bidang Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor, 1979. (Stensilan).
Coffin, Thomas E. Beyond Audience: The Measurement of Advertising Effectiveness. (Monographed report, Undated).

13) Karya ilmiah/Tesis/Disertasi
Budiarto. Sebab-sebab dan Cara Pencegahan Labour Turnover di Pabrik Rokok Menara Sala. Skirpsi Sarjana (Tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, 1972.
Swenson, Geoffrey C. The Effect of Increases in Rice Production on Employment and Income Distribution in Thanjavur District, South India. Unpublished Ph.D.
Disertation. Minchigan: Minchigan University, 1973.

14) Artikel dalam Ensiklopedia
Banta, Richard E. “New Harmony”,Encyclopedia Britanica (1968 ed.), vol. 16, p. 305 Morris, Edward Parmelle. “The Latin Language”, The Encyclopedia Americana(1936
ed.), vol. 17, pp. 47 – 48.

15) Internet
Spiszer, John M. Leadership and Combat Motivation: The Critical Task. 1999. http://www.cgsc.army.mil /milrev/english/MayJun99/Spiszer.htm. (Diakses tanggal 12 September 1999).

Tahir, Rikanita. Contoh Sistematika Penulisan Karya Ilmiah Terbaru 2014.http://www.seocontoh.co/2014/02/contoh-sistematika-penulisan-karya-ilmiah.html. Di akses pada Februari 2014

By :
Free Blog Templates

Doraemon Cute Cursors